“Tergiur Sabu”, Petani di Mubar Diamankan Polisi

BB sdr K, yang telah diamankan oleh Satresnarkoba Polres Muna

TEGAS.CO,. MUNA BARAT – Bukannya fokus bertani demi meningkatkan kesejahteraannya, seorang warga di Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra) harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diduga menjadi pembeli sabu. Warga tersebut diketahui sebagai K (35) tinggal di jl. A. Yani desa Sukadamai kecamatan Tiworo Tengah, Muna Barat (Mubar) Sultra.

Ia diamankan di rumahnya oleh Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Muna, Selasa (9/2), pukul 22.00 Wita berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan terhadap warga Muna pada selang beberapa jam sebelumnya.

Diduga “Tergiur Sabu” ia harus menerima kenyataan untuk menghadapi jeruji besi.
Menanggapi penangkapan itu, Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho, SH, SIK, melalui Kasat Resnarkobanya, Iptu Junaidi, membenarkan Timnya telah mengamankan seseorang yang berprofesi sebagai petani di Mubar terkait dugaan membeli, memakai, dan mengedarkan narkoba jenis sabu.

“Pada malam itu setelah kita amankan warga Muna inisial A, kita lalu interogasi. Berdasarkan informasi dari A didapatkan bahwa sabu seberat 1,94 gram diduga telah dipesan. Barang itu (sabu) menurut pengakuan A, paket senilai seharga Rp. 1.600.000 (satu juta enam ratus ribu rupiah) itu dipesan oleh K warga Mubar yang kita amankan ini,” ujarnya, Sabtu (13/2/2021).

“K diamankan berdasarkan dari pengembangan penangkapan sebelumnya. Dimana setelah tim mendapatkan Informasi langsung menuju ke rumah K di Desa Sukadamai. Hasilnya ditemukan sejumlah Barang Bukti (BB) yang mengarah ke K sebagai pemakai atau bisa jadi dengan status yang lain. Tergantung pemeriksaan lanjutannya,” sambungnya.

Baca juga : Edarkan Narkotika di Tengah Pandemi, Warga Muna Terciduk Polisi

Terkait penangkapan itu, Junaidi menyebutkan sejumlah BB ditemukan pada K dan selanjutnya Tim Resnarkoba membawanya ke Kapolres Muna untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Penggeledahan dirumah K ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) tas kecil warna coklat yang didalamnya terdapat 1 (satu) botol plastik warna putih yang berisi 2 (dua) sendok takar yang terbuat dari potongan pipet, 3 (tiga) buah pireks kaca, 3 (tiga) buah potongan pipet yang sudah dibentuk, 2 (dua) buah sumbu, 1 (satu) penutup botol yang sudah dibentuk dan dipasangkan pipet dengan selang plastic ukuran kecil, 2 (dua) sachet kosong ukuran kecil bekas pakai serta 1 (satu) korek api gas warna merah,” ungkapnya.

“Jangan coba-coba dengan barang itu, resikonya jauh lebih berbahaya dan ada konsekuensi hukum. Tolong jaga kesehatan, nama baik keluarga dan lingkungan,” terangnya.

Atas perbuatannya itu, K dikenai Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 114 Ayat (1) sub  Pasal 112 Ayat (1)   UU. RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 10 tahun kurungan penjara.

Reporter : FAISAL

Editor : YA