Dugaan Berjudi Anggota DPRD Mubar, Hamka : Tidak Sesuai Fakta

Ilustrasi

TEGAS.CO,. MUNA BARAT – Beredar informasi di media sosial terkait dugaan tertangkap tangan anggota DPRD Mubar bersama rekannya yang tengah bermain judi di sebuah rumah sekitaran Polsek Tiworo Tengah.

Informasi itu bermula dari cuitan yang ditulis pemilik akun Facebook @Anton La Eti pada, Minggu (14/2), “Bagaimana Kabarnya Dengan Beberapa Oknum Anggota DPRD Muna Barat, yg tertangkap Main judi Kemarin oleh Polres Muna. Wakil Rakyat kerjanya main judi… Di 86 kan kah ini kasus,”.

Cuitan tersebut menimbulkan berbagai macam reaksi, salah satunya beredar selebaran seruan aksi dengan agenda “meminta Kapolda Sultra untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa oknum polisi Polres Muna yang di duga melakukan pelepasan terhadap oknum anggota DPRD Mubar dan beberapa Kadis yang melakukan tindak pidana perjudian”.

Aksi itu di inisiasi oleh Aliansi Mahasiswa Laworo Bersatu yang berencana melakukan aksi di pertigaan Kampus UHO – Polda Sultra pada Rabu (17/2/2021). Hal itu menjadi polemik dengan gonjang-ganjing informasi telah tertangkap tetapi kemudian dilepaskan.

Menanggapi hal itu, Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho, SH, SIK, melalui Kasat Reskirmnya, Iptu Hamka menjelaskan informasi tertangkapnya oknum anggota DPRD Mubar terkait dugaan pidana perjudian tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya dilapangan.

“Kejadiannya itu sekitar Desember 2020 lalu. Dimana pada saat itu tim Opsnal Buser berencana mau menyeberang ke Bombana melalui pelabuhan Pajala untuk melakukan pengejaran DPO di Kolaka. Saat berada di jalan anggota mendapatkan laporan masyarakat kalau ada dugaan orang main judi disebuah rumah disekitaran Polsek Tiworo Tengah,” ungkapnya, Minggu (14/2/2021).

“Saat itu anggota langsung masuk kerumah yang dimaksud, tetapi saat berada didalam tidak menemukan ada aktivitas perjudian. Memang anggota menemukan ada salah satu anggota DPRD Mubar disitu tetapi mereka hanya ngobrol biasa,” lanjutnya.

Ia menampik jika pihaknya melakukan pembebasan terhadap oknum anggota DPRD Mubar karena tidak ada penahanan yang dilakukan. Dengan tegas ia membantah semuanya terkait dugaan penangkapan perjudian itu.

“Bagaimana kita mau membebaskan orang kalau tidak ada penangkapan. Intinya kalau ada Barang Bukti dan kedapatan tangan pada saat itu pasti anggota melakukan penangkapan. Dan saya pastikan itu. Tapi yang harus dipahami saat itu tidak seperti apa yang beredar saat ini,” katanya.

Ditempat berbeda, melalui via phone, Kasi Propam Polres Muna, Aiptu Bahar AH menyampaikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait informasi yang beredar tersebut.

“Ada informasi yang kita terima, jadi anggota langsung bergerak ke Mubar. Yang diperiksa tuan rumah dan didapatkan keterangan dari tuan rumah kalau dirumahnya tidak ada aktifitas perjudian. Dalam penjelasannya, anggota DPRD Mubar yang dimaksud memang ada disitu, hanya datang bertamu, mereka ngobrol santai sambil minum kopi,” ujarnya.

“Pemeriksaan internal terhadap anggota Buser terus kita dalami. Dalam pengakuan anggota, mereka mendapatkan panggilan telpon terkait adanya dugaan aktivitas perjudian. Anggota yang saat itu sedang melakukan pengejaran DPO melintas disekitaran rumah yang dimaksud, langsung mendatangi dan masuk kedalam rumah. Saat didalam anggota tidak menemukan adanya aktivitas perjudian. Tidak ada fakta-fakta bersama barang bukti perjudian menurut pengakuan anggota pada saat itu. Jadi bagaimana mau melakukan penangkapan,” sambungnya.

Bahar melanjutkan akan menindak tegas jika ada anggota ditemukan main mata dalam kasus itu. Pihaknya akan memastikan semuanya termaksud mencari saksi kunci dan melakukan semua pendalaman, pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait.

“Kita tetap Merah Putih. Apabila memang ditemukan ada anggota main mata pasti kita akan proses. Apalagi hal seperti ini menjadi atensi pimpinan untuk segera dituntaskan,” katanya.

“Kita akan menggali sampai menemukan saksi kuncinya. Kita sudah kantongi nama yang memberikan informasi ke anggota, yang membuat status di FB dan yang menshare. Semuanya akan kami periksa,” lanjutnya.

Lebih jauh ia menyampaikan belum bisa membuat kesimpulan karena pihaknya harus mengumpulkan semua hasil pemeriksaan dan bukti-bukti pendukung.

“Kami berharap masyarakat yang punya bukti-bukti kuat dan akurat terkait kejadian untuk langsung mendatangi ruangan unit Propam Polres Muna. Insya Allah kami menjamin keamanannya. Intinya kami serius dan tegak lurus untuk diproses. Kami komitmen untuk mengusut tuntas kasus ini” tutupnya.

Reporter : FAISAL

Editor : YA