Ini Hasil Kunjungan Bupati Muna ke BKPM RI

Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia bersama Bupati Muna LM Rusman Emba ST

TEGAS.CO,. MUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna terus bergerak dan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak di pemerintah pusat terkait pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam (SDA) daerah yang belum terkelola dengan baik. Bukti keseriusan itu terlihat dari kunjungan Bupati Muna, LM Rusman Emba, ST di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia pada Selasa, (16/2) kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Muna diterima langsung oleh Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia. Banyak hal yang dibahas pada pertemuan tersebut, salah satunya presentase yang dipaparkan oleh Bupati Muna terkait potensi dan minat investasi di Muna.

Melalui via phone, Bupati Muna, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan upaya untuk memperkenalkan Kabupaten Muna pada skala Nasional. Sehingga nantinya akan banyak investasi-investasi yang masuk.

“Kami kebetulan punya komunikasi yang baik dengan Bapak Kepala BKPM RI (Bahlil Lahadalia), kami punya hubungan pertemanan dan beliau juga punya darah Sulawesi Tenggara jadi ini merupakan kesempatan yang baik untuk memaparkan, memperkenalkan dan menarik minat beliau untuk mengajak para investor berinvestasi di Muna,” ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Ia menambahkan, hal itu sebagai upaya untuk merubah paradigma pembangunan yang selama ini bersumber dari APBD melalui DAK. Kedepannya, kata dia, pembangunan harus juga bersumber dari investasi. Dengan artian dari pusat ke daerah, dalam rangka membuka lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Muna.

“Beliau (Bahlil Lahadalia) merepos positif dan menunjukan ketertarikannya pada saat pertemuan itu. Ada beberapa hal yang telah kami sepakati, utamanya nanti akan dibangun Smelter Limestone dan Industri jagung di Muna. Tentu saja ini menjadi berita baik dan angin segar buat pembangunan di Muna dan utamanya peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

Pembangunan Smelter Limestone (Batu Kapur dan Gamping) nantinya akan di fokuskan pada pemanfaatan potensi Limestone yang begitu besar tetapi belum dikelola dengan baik. Wilayah potensi itu tersebar di Muna Timur (Seberang), Lohia dan Kontunaga. Nantinya itu akan dipergunakan sebagai bahan baku pemurnian nikel dan Batu Baterai.

“Sudah dilakukan pengambilan sample pada beberapa titik dan itu tidak merusak alam, karena yang diambil hanya batu di area gunung/bukit. Kita akan mengedepankan AMDAL dan nantinya ada CSR. Pada saat pengambilan batu itu untuk gunung/bukit yang terketuk tentu saja ketika rata, kita akan alih fungsikan, dipergunakan masyarakat untuk lahan pertanian atau perkebunan,” ungkapnya.

Sedangkan Industri Jagung, lanjutnya, nanti akan di titik fokuskan pada wilayah Kabawo, Parigi, Tongkuno, Kontukowuna dan Kabangka. Pabriknya nanti akan dibangun disekitar area wilayah-wilayah itu. Dengan harapan, posisi penghasil jagung untuk skala nasional, Muna akan menggantikan Gorontalo.

“Bahlil Lahadalia meminta kami untuk menyiapkan lahan dengan luasan area 30 Hektar. Kita sudah rencanakan semuanya dengan melibatkan masyarakat melalui program kemitraan. Tentu saja ini demi kepentingan masyarakat Muna sendiri. Agar terbuka lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan masyarakat,” lanjutnya.

“Dalam waktu dekat Kepala BKPM RI bersama para investor akan datang berkunjung ke Muna untuk menindaklanjuti pertemuan kemarin. Tanggal 11 Maret nanti kita akan mendapatkan kunjungan dari Menteri Kehutanan. Ditambah lagi rencana kunjungan Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno untuk investasi pariwisata. Insya Allah kedepan akan semakin banyak investasi-investasi masuk di Muna,” tutupnya.

Reporter : FAISAL

Editor : YA