Pemda Mubar Gerak Cepat Ringankan Korban Angin Puting Beliung

TEGAS.CO,. MUNA BARAT – Tahun 2021 situasi alam tidak menentu dan bersahabat dengan para penghuninya, beberapa wilayah di nusantara dilandai becana yang mengakibatkan kerugian materiil dan jiwa.

Alam tidak bersahabat juga terjadi di pulau Mandike, Desa Tiga, Kecamatan Tiworo Utara, Muna Barat (Mubar). Bencana angin puting beliung yang datang tiba-tiba, mengagetkan warga dan menghancurkan beberapa unit rumah tinggal pada Kamis (18/2) menjelang maghrib sekitar pukul 18.00 Wita.

Camat Tiworo Utara, Sukarti Lykra bersama BPBD dan Dinsos Mubar turun ke lokasi bencana
Camat Tiworo Utara, Sukarti Lykra bersama BPBD dan Dinsos Mubar turun ke lokasi bencana

Menanggapi bencana alam itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Mubar, melalui Camat Tiworo Utara, Sukarti Lykra S.Pd, MM membenarkan telah terjadi bencana angin puting beliung di salah satu desa di Kecamatannya.

“Kejadiannya kemarin sore sekitar jam enam lewat sedikit, pas Maghrib. Yang parah satu unit rumah rata dengan tanah. Sedangkan tiga rumah lainnya hanya mengalami kerusakan pada bagian atap disebabkan terangkat oleh angin. Rumah yang mengalami kerusakan parah dihuni olek satu Kepala Keluarga dengan total tujuh jiwa didalamnya,” ujarnya melalui sambungan telpon, Jumat (19/2/2021).

”Menurut informasi orang-orang tua yang mendiami desa tersebut, angin puting beliung itu merupakan langganan setiap tahun. Tetapi kejadian kemarin sore baru betul-betul sangat luar biasa. Selama ini juga angin itu ada tetapi tidak menimbulkan dampak yang berarti. Kemarin sore menurut mereka itu sangat luar biasa anginnya. Tadi malam tidak telihat karena bercampur dengan hujan”, sambungnya.

Selama ini, lanjutnya, warga sering melihat terjadi angin puting beliung tetapi tidak separah sekarang ini.

“Tadi malam mereka tidak melihat angin puting beliung itu, hanya dirasakan karena bercampur dengan hujan,” lanjutnya.

Sukarti menambahkan pemerintah kecamatan bersama unsur pemda lainnya langsung mengambil langkah cepat dan taktis dalam penanganan bencana tersebut. Setelah mendapatkan informasi bencana, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pemda.

”Kami dapat perintah dari Plt Bupati yang dilanjutkan ke Sekda, kemudian diteruskan kepada dinas terkait dalam hal ini BPBD dan Dinsos. Pagi tadi beliau langsung memberikan perintah. Seharusnya kita mau turun kemarin malam tetapi karena cuaca tidak bersahabat. Maka pagi-pagi tadi sekitar jam 9 kita langsung turun melalui pelabuhan Tondasi. Yang turun kelokasi dari pemerintah kecamatan, BPBD dan dinas sosial,” ucapnya lagi.

Lebih lanjut Sukarti menyampaikan bahwa tidak ada dana taktis untuk bantuan, tetapi Pemda Mubar melalui dinas terkaitnya bersama pemerintah kecamatan komitmen untuk meringkankan beban terhadap korban yang ditimpa bencana tersebut.

“Kita peduli dan komitmen. Bantuan yang sudah kita berikan kepada korban berupa bahan-bahan makanan, pakaian, selimut dan alat-alat dapur,” katanya.

Tidak ada korban jiwa atas bencana tersebut dan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan rehabilitasi untuk membangun kembali rumah-rumah yang terkena dampak.

“Tidak ada rencana untuk melakukan relokasi terhadap desa itu karena kita tidak memiliki lahan selain desa tersebut. Apalagi itu satu desa. Tetapi dalam waktu dekat, rehabilitasi sudah mulai berjalan”, ungkapnya.

Saat ini pihaknya, sedang menunggu hasil perhitungan jumlah kerugian dari pemerintah desa. Ia juga menegaskan bahwa Pemda telah berkomitmen untuk merehabilitasi rumah yang rusak, termasuk juga yang kondisinya rusak parah.

“Kita juga menyampaikan kepada korban untuk tabah dan sabar karena pemerintah daerah jelas prihatin dengan kejadian tersebut. Kita punya komitmen untuk meringankan, memberikan bantuan. Yang pastinya pemerintah akan selalu hadir untuk membantu warganya yang terkena dampak akibat angin puting beliung tersebut,” tutupnya.

Reporter : FAISAL

Editor : YA