Nafkah Bulanan Kurang, Istri Sah Nikah Diam-Diam

TEGAS.CO,. MUNA BARAT – Seorang ayah, YA (33) beralamat di desa Wapea Jaya Kecamatan Tiworo Tengah, Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), harus menerima kenyataan pahit setelah istri sahnya N (29) diketahui telah melangsungkan pernikahan diam-diam dengan lelaki lain pada Senin, (15/2/2021). Disaat Ia sedang bekerja dan mencari nafkah buat keluarganya di kota Kendari, tentu saja itu memberikan tamparan keras baginya.

Menurut pengakuan YA, ia membeberkan telah terjadi pernikahan antara dirinya dengan N sekitar 2014 silam dan diketahui kedua belah pihak serta masyarakat di desa tersebut. Buah cinta dari pernikahan mereka pun telah lahir dua orang balita laki-laki, bahkan kedua anak YA telah memiliki akta kelahiran dan ia memiliki kartu keluarga bersama istri dan anaknya.

“Setahu saya selama ini kita tidak punya permasalahan yang serius hanya memang kerap kali cek-cok perbedaan pandangan terkait rumah tangga dan tidak ada KDRT yang saya lakukan juga. Sekitaran Oktober 2020 lalu, istri saya itu pernah datang ke Kendari bersama dengan anak kami, awalnya saya pikir untuk berkunjung tetapi tiba-tiba langsung menyodorkan salinan surat pernyataan untuk saya tandatangani. Saya menolak tetapi karena ia terus menangis, dan takut terjadi apa-apa dengannya terpaksa saya tandatangani juga”, bebernya. Sabtu,(20/2/2021)

“Setelah ia datang berkunjung saya pikir sudah tidak ada masalah, karena komunikasi lancar dan kami beberapa kali berhubungan badan juga”, sambungnya.

Sebelum hari pernikahan, dia (YA) mendapat kabar lewat telepon dari N untuk tidak menghubunginya karena akan ke tempat wisata yang tidak memiliki jaringan selular.

”Awalnya dari tetangga bilang acara apa itu dirumahnya mertua mu tapi mereka belum pastikan kalau pernikahan. Makanya saya penasaran dan langsung telusuri FB Suami baru istri saya itu,ternyata ada postingan mereka memakai pakaian adat pernikahan, disitulah saya ketahui”, ucapnya.

Atas kejadian tersebut, YA sangat kecewa pada istrinya dan juga malu terhadap keluarga. Yang membuat dirinya penasaran, kata YA, mengapa bisa terjadi pernikahan, sementara belum ada status perceraian dari Pengadilan Agama setempat.

“Ini kan sama dengan perselingkuhan dan perzinahan. Saya akan telusuri semuanya termasuk akan bawa ke ranah hukum supaya jelas dan terang benderang, apalagi saya sempat mendengar ada bahasa pernikahan kami tidak resmi. Apalagi saya masih rutin menafkahi bulanan, walaupun harus saya akui jumlahnya tidak sesuai dengan keinginan Istri saya”, ujarnya.

Foto akta nikah YA dan N 2014 lalu
Foto akta nikah YA dan N 2014 lalu

Menurut pengakuan mantan Kepala Desa (Kades) Wapae Jaya saat disambangi awak tegas.co, dia membenarkan bahwa telah terjadi pernikahan pada 2014 silam antara YA dan N.

Hal serupa juga dikatakan oleh juru catat nikah, bahwa YA dan N memang resmi menikah. Ia mengaku kaget setelah mengetahui N teah melangsungkan pernikahan lagi tanpa proses perceraian sebelumnya. Ia juga mengatakan, akan menegur Kades setempat jika benar telah mengeluarkan Surat Pernyataan Perceraian dan dipergunakan sebagai dasar pernikahan selanjutnya.

Sebagai pihak yang menikahkan diam-diam N dengan lelaki lain, Imam kampung setempat menyampaikan bahwa pernikahan itu diakuinya telah terjadi dan dia sebagai juru nikahnya.

“N datang ke tempat saya bersama ibunya untuk minta dinikahkan dengan lelaki lain. Dia mengaku sudah tidak di nafkahi suami sebelumnya. N memperlihatkan bukti surat pernyataan dari pemerintah desa bahwa mereka telah bersepakat bercerai. Jadi saya awalnya belum mau untuk menikahkan tapi karena di desak terus jadi pada hari itu Senin saya langsung nikah kan, dengan status pernikahan mereka adalah pernikahan siri”, katanya.

Menurut pengakuan dari Kades Wapae Jaya, Sarianto Safruddin, SH saat disambangi di kediamannya menyampaikan bahwa benar adanya telah mengeluarkan surat resmi dari pemerintah desa, terkait dengan surat pernyataan yang akan dipakai oleh N untuk mengakhiri status pernikahan. Tetapi ia tidak bertanggung jawab jika surat itu dijadikan N sebagai dasar melangsungkan pernikahan lagi.

“Saya memang mengeluarkan surat pernyataan setelah N datang ke kantor desa untuk meminta surat pernyataan. Ia sampaikan rumah tangganya sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Jadi saya tidak mungkin melarang, apalagi ia datang dan menyampaikan sudah tidak dinafkahi oleh suaminya. Surat itu saya tandatangani sendiri tetapi saya tidak tahu kalau N menikah lagi. Saya sudah sampaikan kepada N untuk bertanggung jawab penuh jika dikemudian hari dipakai untuk menikah lagi. Saya akan bertemu dengan N dan Iman desa nantinya untuk meminta keterangan dan penjelasan terkait ini,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, YA telah mengadukan kasusnya ke Polsek Tiworo Tengah, tetapi oleh pihak terkait di anggap kurang cukup bukti sehingga belum mau diterima sebagai laporan kepolisian. Sehingga hari Senin (22/2), ia bersama dengan pengacaranya La Ode Ahmad Randal Anas SH, akan melaporkan langsung aduannya ke Mapolres Muna.

Reporter : FAISAL

Editor : YA