Bersama Unsur Terkait, Polsek Katobu Jadikan Ponpes Tempat Pembinaan Remaja

TEGAS.CO,. MUNA – Wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Katobu sepanjang 2020 telah menuntaskan 166 kasus pidana, dimana terdapat sekitar 84 kasus, anak dan remaja yang menjadi urutan pertama. Tentu itu butuh perhatian khusus dan perhatian semua pihak untuk bertanggungjawab sehingga generasi Muna kedepannya terselamatkan.

Sebelumnya Polsek Katobu mendapatkan laporan dari M terhadap MS (20) warga kelurahan Laiworu, kecamatan Batalaiworu, Muna terkait dugaan pencurian ringan. MS setelah dilakukan penahanan dan penyelidikan diketahui berstatus pelajar di salah satu Sekolah Kejuruan di kota Raha.

Mengingat perjalanannya yang masih dini dan generasi yang harus diselamatkan, Polsek Katobu mengambil inisiasi dengan melibatkan pihak terkait untuk melakukan pembinaan di Pondok Pesantren Nahdlatul Ummah yang terletak di jl H. Agus Salim No 14 Kel Laende Kec Katobu Kabupaten Muna Sultra.

Berdasarkan hasil musyawarah di Mapolsek Katobu pada Rabu (24/2) pukul 10.30 pagi yang dihadiri oleh beberapa pihak, seperti Kanit Binmas Polsek Katobu, Aipda Sahar, Babinsa kelurahan Laiworu Sertu Haridin Buma, Lurah Laiworu Muh. Rezki Rianto, S.STP, Guru SMK 3 Raha Simiati, Ponpes Nahdlatul Ummah Ustadz Nasihudin, Tokoh Agama/Adat Drs. La Galapu dan Orang tua Pelajar/Terbina.

TTD hasil Musyawarah Bersama Untuk menyerahkan MS diBina Di ponpes
TTD hasil Musyawarah Bersama Untuk menyerahkan MS diBina Di ponpes

Dimana hasil musyawarah itu menyepakati MS diserahkan ke Ponpes untuk dilakukan pembinaan berdasarkan laporan polisi/pengaduan, surat pernyataan damai tertanggal, surat pencabutan laporan/pengaduan.

“Saya menyerahkan anak saya ke Ponpes untuk dibina beberapa hari demi kebaikan kami, terimakasih banyak atas bantuannya,” ujar UB orang tua pelajar yang akan dibina.

“Kami berterimakasih telah diberikan amanah, semoga kami bisa menjaganya dan melakukan pembinaan dengan baik. Semoga ada perubahan lebih baik kedepannya, Aamin”, ucap perwakilan Ponpes Nahdlatul Ummah.

Dengan program pembinaan itu, Kapolsek Katobu, Iptu Darul Aqsa SH menyampaikan bahwa telah terjadi kesepakatan damai antara korban dan MS di Mapolsek Katobu.

“Nantinya anak tersebut akan dibina melalui Ponpes yang tentu saja kita semua berharap dengan adanya bekal agama yang diberikan, banyak manfaat yang akan dirasakan nantinya,” ungkapnya.

“Kesepakatan dalam musyawarah itu, UB orang tua pelajar yang mendapatkan pembinaan menitipkan anaknya di Ponpes Nahdlatul Umman selama 5 hari (mulai 25 Februari – 2 Maret 2021),” lanjutnya.

Selama masa pembinaan akan diawasi oleh Kanit Binmas Polsek Katobu, Babinsa Kel Laiworu dan Anggota Pol PP kecamatan Batalaiworu.

“Bila yang bersangkutan meninggalkan Ponpes sebelum masa pembinaan berakhir maka Kanit Binmas Polsek Katobu, Babinsa dan Anggota Pol PP Kec Batalaiworu akan melakukan pencarian serta mebawanya kembali ke Polsek Katobu untuk dibina dan Ustadz dari Ponpes yang datang ke Polsek Katobu melakukan pembinaan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, terkait program pembinaan tersebut berdasarkan hasil komunikasi dan kesepakatan dengan forum komunikasi pimpinan kecamatan dimana bersama Danramil dan Camat di Wilayah Hukumnya.

“Program ini kita jalankan dalam kesepakatan bersama Danramil, camat bersama kapolsek dengan pimpinan ponpes yang ditindaklanjuti oleh pak lurah, orang tua yang dibina, binmas, babinsa serta perwakilan ponpes,” katanya.

“Apa yang menjadi pertimbangan adalah bahwa sejak tahun 2020 kami Polsek dan Koramil serta kecamatan melakukan pembinaan terhadap anak/remaja ternyata perubahan yang kami kami lakukan tidak signifikan. Sehingga solusi akhir, kita kembalikan, bahwa pembinaan remaja itu kita bawa ke pembinaan tentang agama, yaitu kita titipkan pada pondok pesantren, penghafal alquran semoga berkah alkuran mampu kita buktikan atas pembinaan generasi muda,” sambungnya.

“Kami berharap pihak orang tua jika menemukan atau mendapati anaknya diduga melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan dan merusak nama baik orangtua/keluarga sekiranya berminat boleh melakukan komunikasi dengan kami untuk ditindaklanjuti dengan Program Pembinaan melalui Ponpes,” tutup mantan Kapolsek Tongkuno itu.

Reporter : Ishart

Editor : YA