Deteksi Dini Radikalisme, Sat Intelkam Polres Muna Gandeng Yayasan Insan Cendekia

TEGAS.CO,. MUNA – Salah satu program Kapolri baru Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dengan membangun sinergi yang melibatkan banyak pihak dalam pencegahan paham intoleran, radikalisme dan toleransi. Polri memberikan porsi terbesar pada pencegahan paham berbahaya itu, bukan pada penindakan tetapi pencegahan terorisme. Upaya itu berjalan jika fungsi deteksi dan cegah dini oleh Polri bisa dilakukan secara maksimal.

Dalam upaya deteksi dini itu, Polres Muna melalui Unit Satuan Intel dan Keamanannya (Sat Intelkam) sebelumnya telah melakukan kunjungan di Ponpes Al Ikhlas Labunti (19/2). Kali ini, kunjungan dilakukan di Yayasan Insan Cendekia Muna pada Minggu (21/2). Selain melakukan kunjungan dan silaturahmi, diskusi terbangun di kedua belah pihak terkait upaya menangkal dini bahaya paham berbahaya tersebut.

Atas kunjungan tersebut, pimpinan Yayasan Insan Cendekia Muna, Munir Aswandi, S.Si menyampaikan pihaknya mendukung penuh upaya Polres Muna dalam menangkal dan mendeteksi dini paham intoleran, radikalisme dan toleransi.

“Tentu saja kami mendukung, apalagi selama ini pihak kami terus menggalangkan pendidikan karakter yang tentu saja dengan materi pengajaran 60% Pendidikan agama dan sisanya 40 % pendidikan umum. Saya fokuskan itu di pendidikan yang kami ajarkan, tentu saja dengan karakter akhlakul Karimah yang sesuai tuntunan Alqur’an,”tuturnya.

“Kami selalu mendukung dan mensuport program Polri yang mencegah dan menangkal isu-isu Radikalisme. Tentu saja dengan yang dilakukan Polres Muna merupakan langkah yang baik untuk kepentingan semua,” lanjutnya.

Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho, melalui Kasat Intelkam, IPTU Setiyono mengungkapkan bahwa unitnya melakukan kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan peran lembaga pendidikan.

“Yayasan Insan Cendekia Muna yang kami kunjungi adalah sebagai upaya mendorong lembaga pendidikan untuk mampu menangkal bahaya paham radikalisme,” ujarnya.

Ia menambahkan begitu pentingnya peran lembaga pendidikan dalam menangkal bahaya paham tersebut.

“Dengan adanya kunjungan itu sehingga apa yang menjadi harapan bersama terhindar dari paham radikalisme dapat terwujud,”katanya.

“Butuh peran semua pihak untuk bekerjasama, saling mensuport dan mengingatkan satu sama lain,” sambungnya.

Lebih lanjut ia meminta semua pihak, bukan saja lembaga pendidikan tetapi elemen masyarakat lainnya untuk mendeteksi setiap bahaya kemunculan paham tersebut.

“Saya mengajak semua pihak untuk sama-sama peduli dan responsif terhadap segala upaya melemahkan kedaulatan negara termasuk ancaman masuknya bahaya paham tersebut. Polri tidak bisa bekerja sendiri, tetapi bersama elemen masyarakat Polri menjadi kuat sesuai harapan masyarakat menuju Polisi yang Presisi,” tutupnya.

Reporter : FAISAL

Editor : YA