Sat Intelkam Polres Muna Dorong Ponpes Al Azka Jadi Lembaga Penangkal Radikalisme

TEGAS.CO,. MUNA – Lembaga pendidikan dan Pondok Pesantren (Ponpes) memiliki murid dan pelajar yang secara masif tentu saja diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan generasi yang lebih baik.

Para pelajar yang nantinya akan menjadi penerus cita-cita bangsa Indonesia wajib pula mengetahui bagaimana tata cara menangkal radikalisme dan kekerasan, agar supaya mereka dapat mengerti dan memahami akan bahaya radikalisme dan kekerasan antar sesama pelajar maupun terhadap orang lain.

Polri terus berusaha bagaiamanapun caranya agar upaya yang dilakukan oleh oknum yang mau menghancurkan paham negeri ini dengan memasukannya budaya-budaya radikalisme di lingkungan warga masyarakat dapat dihentikan.

Apalagi kepada mereka yang masih duduk di bangku pendidikan, tentunya sebagai generasi penerus mereka rentan dan dapat di pengaruhi dengan hal ini, maka tindak kekerasan dengan mudahnya di lakukan.

Polres Muna Polda Sultra melalui Satuan Intel dan Keamanan (Sat Intelkam), Minggu (28/2) mengunjungi Ponpes Al Azka Bangkali dengan maksud saling mensuport dan mengingatkan satu sama lain tentang cara menangkal Radikalisme dan meminimalisasi tindak kekerasan.

Pimpinan Ponpes Al Azka Bangkali, La Ode Oni mendukung penuh upaya yang dilakukan Polres Muna.

“Kami sebagai lembaga syiar agama tentu saja mendukung segala upaya itu. Di Ponpes, kami bentuk anak didik dengan ilmu agama dengan arah karakter yang menjadikan Al-Qu’an sebagai tuntunan hidup,” ujarnya.

Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho, melalui Kasat Intelkam, IPTU Setiyono menyampaikan bahwa, hal itu dianggap perlu dan penting oleh Polri dalam menjaga keutuhan NKRI dari mereka yang berkeinginan menghancurkannya dari dalam.

“Sedini mungkin dilakukan pencegahan untuk meredam masuknya paham radikalisme di Ponpes. Kami percaya dan beri dukungan kepada Ponpes untuk membentuk karakter keagamaan pada pelajarnya, sehingga terhindar dari bahaya pemahamana itu,” ucapnya.

Semenjak adanya sosmed, dengan mudahnya para pelajar dapat melihat berita hoaks sekarang ini. Terkadang, sudah sering segala bentuk pencegahan dilakukan oleh pihak kepolisian, namun dalam hal ini para pelajar bisa terkontaminasi karena masih masifnya informasi sosmed yang berpengaruh pada karakter dan kepribadian.

“Oleh karena itu janganlah kita dengan mudah terpengaruh oleh virus ekstrim yang nilai simpati terhadap sesama dilunturkan,” jelasnya.

Pencegahan radikalisme dan tindak kekerasan ini, agar di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

“Saya juga mengimbau, agar masyarakat dan para pelajar jangan terpengaruh dengan ajakan-ajakan perubahan sikap yang mau menghancurkan negeri tericinta ini. Lembaga pendidikan juga harus memainkan perannya, termasuk Ponpes.” tutupnya.

Reporter : FAISAL

Editor : YA